Thursday, April 10, 2014

HAMPIR SELURUH KECAMATAN TERDAPAT TEMUAN PELANGGARAN OLEH PANWASLU TIMOR TENGAH SELATAN

HAMPIR SELURUH KECAMATAN TERDAPAT TEMUAN PELANGGARAN OLEH PANWASLU TIMOR TENGAH SELATAN

KBRN Kupang, Hampir di 32 kecamatan di Kab. Timor Tengah Selatan didapat pelanggaran penyelenggaraan pemilihan umum legislatif 2014. Temuan tersebut menyangkut administrasi dan time limit pencoblosan, akibat kurangnya sosialisasi KPU TTS. Karena kurangnya sosialisasi tersebut menyebabkan banyak pemilih yang lama dalam proses pencoblosan, sehingga banyak TPS di TTS yang waktu pencoblosannya lebih dari pukul 13.00 Wita (Rabu, 9/4/2014), menurut Ketua Panwaslu TTS, Albert J.J. Benu, S.Sos hal tersebut diperbolehkan. Sampai hari ini (10/9/2014) proses perhitungan masih terus dilakukan dibeberapa TPS di TTS. Hal tersebut dikarenakan time limit pencoblosan yang lebih, hujan dan kurangnya surat suara dan formulir yang di distribusikan KPU TTS. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, April 9, 2014

TPS 01 DESA BOENTUKA, PERHITUNGAN DPRD PROVINSI BARU DI HITUNG 10/04/2014 TERKENDALA BILIK SUARA DAN KURANGNYA SOSIALISASI

TPS 01 DESA BOENTUKA, PERHITUNGAN DPRD PROVINSI BARU DI HITUNG 10/04/2014 TERKENDALA BILIK SUARA DAN KURANGNYA SOSIALISASI

KBRN Kupang, Akibat kurangnya bilik suara yang cuma ada 2 bilik mengakibatkan antrian pemilih yang panjang sehingga proses pencoblosan baru selesai pukul 18.00 wita (9/4/2014), menurut ketua KPPS, Dewi Mardjuki kurangnya sosialisasi dari KPU TTS tentang tata cara pencoblosan mengakibatkan para pemilih yang berjumlah 374 pemilih di TPS 01 Desa Boentuka Kec. Batu Putih Kab. Timor Tengah Selatan, kebingungan dalam pencoblosan dan memasukan surat suara kedalam kotak. Sehingga banyak pemilih yang harus membutuhkan Bantuan saat pencoblosan.

Kurangnya bilik suara juga diakibatkan karena minimnya dana yang dialokasikan KPU TTS dimana hanya sebesar Rp.500.000 dimana dana tersebut sudah termasuk dana semua persiapan. Yang lebih menyedihkan lagi atas inisiatif masyarakat dan KPPS mereka menambahkan bilik suara dengan gardus bekas untuk mempercapat pencoblosan kemarin (9/4/2014).

Jumlah Pemilih yang hadir sebesar 297 orang dari jumlah DPT 374 orang dan yang golput sebesar 84 orang. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

PEMILIHAN BOLEH PEMiLIHAN, NASIB KAMI TETAP BEGINI

PEMILIHAN BOLEH PEMiLIHAN, NASIB KAMI TETAP BEGINI

Pemilihan boleh pemilihan, nasib kami tetap begini. Demikian dikatakan Nadus, Seorang Penjual keripik pisang di Jembatan Noelmina - Perbatasan Kab. Timor Tengah Selatan dan Kab. Kupang. Menurut mereka pileg 2014 tidak ada pengaruhnya sama sekali dengan nasib kaum kecil seperti mereka.

Caleg hanya ada dan kami bertemu saat kampanye tapi setelah dong naek, ketong sonde pernah liat lai, Ujar Nadus. Fenomena seperti ini sering terjadi di nusa tenggara timur, dimana para anggota dewan jika sudah duduk di kursi sejahtera, lupa kalau masih banyak masyarakat kecil yang belum terwakilkan aspirasinya. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, April 8, 2014

MESKIPUN 1 POLISI DAN 2 PANWAS MENGONTROL 2 TPS, NAMUN PENCOBLOSAN DI TPS 01 DESA MUTIS BERLANGSUNG AMAN DAN TERTIB

MESKIPUN 1 POLISI DAN 2 PANWAS MENGONTROL 2 TPS, NAMUN PENCOBLOSAN DI TPS 01 DESA MUTIS BERLANGSUNG AMAN DAN TERTIB

KBRN Kupang, Kegiatan Pencoblosan Pileg 2014 di TPS 01 Dusun Oepopo Desa Mutis, Kec. Fatumnasi Kab. Timor Tengah Selatan, meskipun dikontrol hanya oleh 1 polisi dan 2 Panwas yang mengontrol 2 TPS, namun suasana pencoblosan tetap berlangsung aman dan tertib serta penuh rasa persaudaraan. Demikian dikatakan Thomas Tapatab, seorang pemilih di TPS 01.

1 polisi dan 2 panwas ini mengontrol TPS 01 dusun oepopo dan TPS02 di dusun tutu, yang berjarak sekitar 2KM dengan kondisi topografi berbukit dan lembah serta jalan yang licin dan berlumpur. Menurut thomas, sudah merupakan kebiasaan orang timor bahwa hidup penuh persaudaraan dan gotong royong, bukan hanya saat pemilu seperti sekarang tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Saat berlangsungnya pencoblosan, masyarakat terus berdatangan dengan menggunakan pakaian adat mereka. Dan sudah seperti biasa masyarakat mutis saat berlangsungnya pencoblosan, mereka setia menunggu hingga perhitungan suara selesai. Dan kotak suara diantarkan ke kecamatan. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

KEGIATAN PILEG 2014 DI TPS O1 DESA MUTIS KAB. TIMOR TENGAH SELATAN AMAN MESKIPUN TERLAMBAT, TERKENDALA KONDISI JALAN

KEGIATAN PILEG 2014 DI TPS O1 DESA MUTIS KAB. TIMOR TENGAH SELATAN AMAN MESKIPUN TERLAMBAT, TERKENDALA KONDISI JALAN

KBRN Kupang, Kegiatan Pembukaan pelaksanaan pileg 9 april 2014 di tps 01 desa mutis, kec. Fatumnasi kab. Timor tengah selatan baru dapat di mulai pukul 08.30 wita dari rencana mulai pukul 07.00 wita. Hal ini disebabkan kerena petugas panwaslu dan para saksi baru tiba di TPS 01 yang berada di kantor desa mutis pada pukul 08.30 wita di sebabkan karena kondisi cuaca yang di guyur hujan semalam, sehingga kondisi jalan menjadi berlumpur dan licin sehingga menyulitkan.

Kegiatan pileg di TPS 01 ini dimulai dengan sambutan kepala desa mutis, petrus tamelab dilanjutkan dengan pembacaan pengumuman KPU Kab. Timor Tengah Selatan no. 52/KPU/Kab.018.433959/IV/2014 tanggal 8 april 2014 tentang 39 anggota DPRD Kab. TTS dari Partai PDI Perjuangan yang tidak ikut dalam Pileg 2014 yang terbagi dalam 5 daerah pemilihan. Pembacaan pengumuman tersebut oleh. Ketua KPPS dilanjutkan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya diteruskan pelantikan dan pengambilan sumpah ketua KPPS beserta 6 anggota oleh Ketua PPS, Mucthar Taopan. Setelah itu dilakukan doa dan dilanjutkan lagi dengan pembukaan dan penunjukan 4 kotak suara. Kotak suara yang di buka lengkap, dan masih tersegel.

Dalam sambutan kepala desa mutis, petrus tamelab meminta seluruh warga pemilih menjaga kondisi keamanan dan ketertiban selama pemungutan suara dan sesudah pemungutan suara.

Sedangkan petugas yang terdapat dalam TPS 01 dusun oepopo ini terdiri dari 12 orang saksi parpol, 1 orang polisi, 4 orang linmas, 2 orang panwas dan 1 orang PPL. Kondisi pelaksanaan pileg 2014 di TPS 01 dusun oepopo desa mutis berlangsung aman dan tertib. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

PANWASLU TIMOR TENGAH SELATAN YAKIN PILEG 2014 DAMAI

PANWASLU TIMOR TENGAH SELATAN YAKIN PILEG 2014 DAMAI

KBRN Kupang, Ketua Panwaslu Kab. Timor Tengah Selatan, Albert J.J. Benu yakin pemilu legislatif 2014 di kab. TTS berlangsung damai, Aman dan sukses. Demikian disampaikan Albert di Kantor Panwaslu TTS di Kompleks Kantor Bupati TTS.

Saat ditanyai RRI mengenai pengawasan tim Panwaslu terhadap proses pelaksanaan pemilu legislatif 2014 di Kab. TTS, albert mengatakan kebanyakan temuan pelanggaran terjadi saat kampanye. Seperti curi start kampanye, money politik, keterlibatan pihak desa dan aparat desa dalam kampanye dan penggunaan aset negara untuk berkampanye.

Terkait temuan panwaslu di kab. TTS, devisi hukum dan penanganan pelanggaran, Melky Fai mengatakan, pihak Panwaslu telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke KPU, Polres, dan Bupati Timor Tengah Selatan. Seperti dugaan money politik di desa oelet kec. Amanuban timur oleh seorang caleg incumbent.

Untuk lebih mengawasi pelaksanaan pemilu legislatif 2014, pihak panwaslu TTS juga sudah melakukan rakor ke panwascam dan melakukan Bimtek untuk membekali panwascam dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL).

Penurunan paksa alat peraga kampanye juga telah dilakukan oleh Polisi Pamong Praja TTS di dampingi panwaslu (selasa,8/4/2014), sebab sampai H-1 meskipun panwaslu telah bersurat seminggu yang lalu ke KPU TTS untuk memperingatkan parpol peserta pileg saat masa tenang mengenai alat peraga kampanye, namun masih saja ada alat peraga kampanye yang diturunkan secara paksa di saat H-1. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

KPU TTS OPTIMIS PILEG 9 APRIL 2014 SUKSES DAN AMAN MESKIPUN TERDAPAT KETERLAMBATAN DISTRIBUSI LOGISTIG

KPU TTS OPTIMIS PILEG 9 APRIL 2014 SUKSES DAN AMAN MESKIPUN TERDAPAT KETERLAMBATAN DISTRIBUSI LOGISTIG

KBRN Kupang, Ketua KPU Kab. TTS , Otniel Nomeny yakin dan optimis bahwa pelaksanaan Pileg 2014 di Kab. Timor Tengah Selatan Prov. Nusa Tenggara Timur berjalan aman dan sukses, meskipun sedikit terjadi keterlambatan pendistribusian logistig ke 950 TPS di TTS. Otniel mengatakan keterlabatan tersebut disebabkan sebagian formulir seperti
formulir C1 DPR , formulir D DPR, model C1 plano, model C plano mengalami keterlambatan pendistribusian dari pusat dan formulir tersebut baru diterima KPU Kab. Timor Tengah Selatan (Senin,7/4/2014) , sehingga KPU TTS baru bisa melakukan pengecekan, pengepakan dan pendistribusian ke TPS (Selasa,8/4/2014).

Pendistribusian ke TPS dilakukan oleh 19 personil sekretariat KPU di kawal oleh pihak kepolisian Polres TTS. Selain itu menurut otniel, pendistribusian juga terkendala kondisi geografi yang sulit di jangkau. Kondisi yang sangat sulit di temui di TPS 04 desa Nuapin Kec. Molo.

Saat ditanyai soal jumlah DPT, Otniel mengatakan, Kab. TTS terdapat 278.821 orang pemilih yang terdaftar dalam DPT dan 7.344 orang pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih khusus (DPK) sehingga total 286.165 orang pemilih tersebar dalam 950 TPS di 278 desa/kelurahan, 32 kecamatan. (Ans Netu)

Powered by Telkomsel BlackBerry®