Sunday, April 6, 2014
339 PEMILIH DESA MUTIS SIAP SUKSESKAN PILEG 2014
Di desa mutis sendiri terdapat 2 TPS di dua dusun yaitu oepopo dan tutu, dimana di desa oepopo terdapat 218 pemilih sedangkan di dusun tutu terdapat 121 pemilih. Menurut ketua KPPS TPS 01, Alfonsus Tamelab pelaksanaan pileg kali ini agak sulit bagi warga dusunnya sebab banyak pemilih yang hanya menandai muka para caleg tanpa mengetahui nama caleg sebab banyak pemilih yang masih buta huruf, sehingga tidak dapat membaca nama caleg.
Hal senada juga keluhkan di TPS 02 dusun tutu, ketua KPPS, Musa Tanopo mengatakan banyak warga mengeluhkan tidak terdapatnya foto caleg di surat suara DPR, DPRD Prop, dan DPRD Kab. Sehingga kemungkinan waktu pencoblosan akan sedikit lebih lama di banding waktu lalu karena diperkiraakan akan banyak pemilih yang harus membutuhkan bantuan keluarga saat pencoblosan dilakukan. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
PENDISTRIBUSIAN SURAT DAN KOTAK SUARA TERKENDALA KONDISI JALAN
Selain jembatan, sungai noelpune yang tidak memiliki jembatan, dibersihkan dari tumpukan batu besar agar bisa dilewati truck pengangkut logistic pemilu. Usaha gotong royong tersebut juga turut menimbun lokasi tanah longsor akibat hujan beberapa waktu lalu yang mengakibatkan jalan menuju desa mutis terputus dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.
Saat ditanyai mengapa masyarakat melakukan kegiatan gotong royong tersebut, menurut petrus tamelab, hal ini disebabkan karena menurut petugas pendistribusian, biaya untuk pendistribusian logistic pileg 2014 sangat minim sehingga sudah tidak bisa diantarkan oleh jasa sepeda motor ojek yang memakan biaya perkotak suara Rp. 60.000 sehingga untuk pileg kali ini, pendistribusian harus menggunakan jasa truck sehingga sekali jalannya dapat menjangkau beberapa TPS di beberapa desa.
Sampai Berita ini di turunkan (7/4/2014), logistik pemilu legislatif belum ada di lokasi. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
WARGA DESA MUTIS KAB. TIMOR TENGaH SELATAN PROP. NTT KELUHKAN KETERSEDIAAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI
Untuk mendapat jaringan telekomunikasi dari provider telkomsel, menurut alex warga harus mendaki beberapa bukit di dusunnya baru bisa mendapat signal untuk aktifitas telepon maupun SMS. Signal yang didapat di daerah mereka merupakan signal yang dipancarkan dari BTS telkomsel di desa fatumonas kec. Amfoang utara Kab. Kupang, dimana jarak dari desa mutis ke desa fatumonas sangat jauh dan topografinya berbukit dan lembah sehingga sangat sulit untuk dijangkau oleh signal seluler.
Menurut Kades mutis, petrus tamelab, provider indosat pernah datang ke desa mereka untuk survey lokasi penempatan BTS, dan pihak desa telah menyiapkan lahan untuk pendirian BTS, namun sampai saat ini pihak indosat belum merealisasikan pendirian BTS tersebut.
Keterbatasan signal telekomunikasi sangat mengganggu aktifitas perekonomian dan pariwisata di desa mereka, sebab desa mutis juga merupakan salah satu desa dengan keindahan alam yang memukau dan pesona adat yang menarik. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Sunday, January 12, 2014
PISANG DI TANAM UNTUK MENGALIHKAN PERHATIAN BUPATI
Hal tersebut dilalukan oleh warga sebab bupati kupang, Ayub Titu Eki akan melintasi jalan tersebut untuk merayakan natal bersama warga di perumahan pondok indah matani, minggu (12/01/2013).
Menurut Yohanis Giri, warga sekitar memang sengaja menanam lebih banyak lagi pohon pisang di tengah jalan, sebab bupati kupang pasti akan melintasi jalan tersebut, sehingga menurut mereka secara nurani pasti akan merasa terpukul dan ibah melihat kondisi jalan yang sudah seperti kubangan hewan dan mungkin akan di anggarkan untuk overlay.
Pantauan RRI di lokasi jalan tersebut memang ditanam 6 pohon pisang pada lokasi yang berjauahan dimana terdapat jalan berlubangan sehingga membentuk kubangan, dan disetiap pohon pisang digantung gardus bertuliskan ini jalan atau kebun, bahkan ada pohon pisang yang diitebang menutup separuh badan jalan sehingga pengguna mobil harus membelokan kendaraannya. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Friday, January 10, 2014
TANAM PAKSA, PAKSA TANAM RRI KUPANG BERSAMA BUPATI KUPANG, KAPOLRES KUPANG, DAN DANDIM 1604
Dalam kegiatan tanam paksa dan paksa tanam tersebut ditanam 400 pohon mahoni, 300 pohon sengon dan 350 pohon trembesi. Kegiatan green radio RRI Kupang ini melibatkan 150 orang dari kepolisian resort Kab. Kupang dan 200 orang dari Kodim 1604 kupang beserta dharma wanita,fans club, Angkasawan dan Angkasawati RRI Kupang.
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dalam sepatah kata nya mengucapkan terima kasih kepada RRI karena telah membantu Pemda. Kab Kupang dalam program tanam paksa dan paksa tanam di daerah kab. kupang. Ia mengharapkan agar tanaman yang telah ditanam, jangan hanya ditanam tapi juga dipelihara sehingga kedepan dapat membantu ekonomi masyarakat, karena tanaman yang di tanam merupakan tanaman produktif. Selain itu. Menurut ayub, agar kedepan kita tidak mewarisi air mata kepada anak cucu kita, tetapi kita mewarisi mata air untuk mereka.
"Kabupaten Kupang tidak menyiapkan dana untuk pembibitan Anakan untuk Penghijauan oleh sebab itu saya atas nama pemda sangat bersyukur karena RRI telah mau menggandeng Pemda Kab. Kupang untuk penghijauan ini". Ungkap Ayub, ketika di wawancara oleh RRI saat penanaman pohon tersebut.
Lain dari kebiasaan green radio sebelumnya, menurut Enderiman Butar Butar, SP selaku kepala RRI Kupang, Penanaman pohon dilakukan di lokasi pemancar tuapukan sebab di lokasi tersebut sudah mulai di caplok warga tidak bertanggung jawab sebagai lahan milik mereka dan maraknya pencurian ground radial pemancar AM sehingga sangat mengganggu kegiatan operasional RRI khususnya pelayanan siaran untuk masyarakat di NTT yang dilayani oleh siaran AM/MW, sebab itu dengan green radio kali ini selain menghijaukan lahan tandus, juga sebagai pagar untuk lahan RRI sehingga masyarakat di sekitar yang tidak bertanggung jawab mengetahui bahwa RRI masih memiliki aktifitas di lahan tersebut.
Pada kesempatan yang sama hadir juga para kepala dinas di lingkup pemda Kab. Kupang, Anggota DPRD Kab. Kupang, Ny. Desy Ballo - Foeh, Anggota KPUD Kab. Kupang, Imanuel Ballo dan anggota TNI / Polri dari kodim 1604 dan polres Kupang, beserta dharma wanita, fans club dan angkasawan/ti RRI Kupang. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Saturday, December 21, 2013
MEMPERINGATI HUT DWP PROP. NTT, DHARMA WANITA LAKUKAN KEGIATAN TANAM POHON
Penanaman Pohon ini bertujuan untuk memperbaiki lahan rusak karena pembabatan pohon secara liar dan menjaga ketersediaan air tanah disekitar lokasi. Demikian dikatakan Kepala Desa Oematnunu, Yulianus Laitoto saat memberi sambutan pada acara penanaman pohon di wilayahnya.
Sebelum kegiatan tanam pohon ,dalam sambutan ketua panitia HUT DWP NTT ke-14, Ny. Isti Tielman mengatakan dharma wanita prop. NTT juga telah bekerja sama dengan kelompok tani wanita lahairoi oematnunu tahun 2010 silam yaitu dengan penanaman anakan cendana, mahoni,Sayuran dan tomat dan hasilnya sudah bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya sekarang.
Kepala Desa Oematnunu mengatakan karena hasil tersebut desa oematnunu sering dijadikan desa percontohan dan desa studi banding oleh 14 desa di Kab. Kupang untuk cara penanaman cendana dan tomat. "saya bangga sekali karena sejak dharma wanita propinsi bekerja sama dengan kelompok tani lahairoi, desa oematnunu sering menjadi desa studi banding untuk penanaman pohon baik cendana maupun tanaman umur pendek seperti sayur dan tomat oleh pemda kab. Kupang" ujarnya.
Pada tahun 2007 - 2009 DWP Prop. NTT juga telah bekerjasama dengan organisasi wanita di lingkup kab. Kupang dalam menanam pohon dan tanaman umur pendek di desa oelatsala dan desa naibonat kab. Kupang.
Menurut ketua Dharama Wanita Prop. NTT, Ny. Bertha Frans Salem, Dharma wanita Prop. NTT juga telah menyerahkan satu unit mesin pompa air kepada kelompok tani wanita lahairoi, agar mereka dapat memelihara tanaman yang sudah di tanam, dan hasil dari tanaman umur pendek dapat bermanfaat untuk ekonomi keluarga para kelompok tani.
Sekda Prop. NTT, Frans Salem meminta kepada masyarakat dan kepala desa, terus membantu ibu ibu dharma wanita dalam program tanam pohon ini, serta tetap menyediakan lahan kosong untuk terus memperluas wilayah penanaman. Ia juga berpesan agar masyarakat tetap memelihara dengan baik tanaman yang sudah di tananam dan memberitahukan jika terdapat kendala di lapangan, kepada pihak dharma wanita NTT agar di cari solusi penanganan.
Hadir dalam acara penanaman pohon tersebut Sekda NTT, Frans Salem , Kepala Desa Oematnunu, Yulianus Laitoto, Ketua Dharma Wanita Persatuan LPP RRI Kupang, Ny. Junita Enderiman Butar Butar beserta anggota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lingkup Pemda Prop.NTT beserta anggota, Warga Masyarakat serta kelompok tani desa oematnunu. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Friday, December 20, 2013
JALAN TAK DIPERHATIKAN, PISANG DI TANAM
Pada pohon pisang tersebut dituliskan "Ini Jalan atau Kebun", hal tersebut sengaja dibuat untuk menggugah hati para pejabat di lingkup Kab. Kupang untuk segera membenahi jalan rusak di desa mereka.
Menurut pengakuan warga di sekitar lokasi, sangat terjadi perbedaan yang mencolok antara jalan Kota dan Kabupaten. Di jalan yang sama jalan kota memakai lapisan HRS base (Hot Roller Seep) , tetapi jalan kabupaten hanya memakai lapisan Lapen. Lapisan Lapen pada jalan tersebut sudah bertahun tahun tidak pernah di over lay, sehingga sudah seperti kubangan di tengah jalan yang sangat mengganggu pengguna jalan terlebih disaat musim hujan. (Ans Netu)
Powered by Telkomsel BlackBerry®







